Jawa Barat Raih Peringkat Pertama IMTI 2026, Perkuat Wisata Ramah Muslim


HAIJABAR.ID – Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Capaian ini diharapkan menjadi modal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas layanan wisata ramah Muslim sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit, bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, (16/10/2026).
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaukan apresiasi atas pencapaian tersebut.
“Alhamdullilah, sebuah kebanggan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan tertinggi sebagai Provinsi Terbaik Peringkat 1 di Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026,” kata Erwan pada Sabtu, (19/10/2026).
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali mengatakan Indonesia memiliki modal untuk menjadi salah satu pusat pariwisata ramah Muslim dunia.
IMTI menjadi instrumen untuk memetakan kesiapan dan potensi daerah dalam mengembangkan sektor tersebut.
Hasil pemetaan itu selanjutnya digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan pengembangan destinasi wisata ramah Muslim.
Bagi Jawa Barat, capaian peringkat pertama IMTI 2026 diharapkan mendorong peningkatan kualitas destinasi dan layanan wisata.
Selain itu, pengembangan pariwisata ramah Muslim juga berpeluang memperluas pasar wisatawan domestik maupun mancanegara serta membuka kesempatan usaha bagi UMKM lokal.
Bank Indonesia turut meluncurkan Kajian Rekomendasi Peta Jalan Pariwisata Ramah Muslim Nasional sebagai acuan pengembangan sektor tersebut.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui Indonesia Travel Pack yang dikembangkan bersama Kementerian Pariwisata dan mitra terkait.
Layanan ini mengintegrasikan informasi destinasi, konektivitas digital, dan pembayaran, serta melengkapi pengembangan QRIS Antarnegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan transformasi digital diperlukan untuk menjangkau pasar wisatawan Muslim global.
“Kita tidak hanya ingin mengatakan kepada wisatawan, inilah indahnya Indonesia, tetapi juga memberi tahu mereka cara menikmati dan menjelajahinya,” ujar Widiyanti.
Kementerian Pariwisata memperkuat promosi melalui Portal Visit Indonesia yang memuat informasi destinasi ramah Muslim di 38 provinsi.
Selain itu, teknologi kecerdasan artifisial melalui MaiA dimanfaatkan untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan dan preferensi mereka.
Pengembangan pariwisata ramah Muslim tersebut berlangsung seiring dengan peningkatan posisi Indonesia dalam pemeringkatan global.
Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, Indonesia menempati peringkat kedua Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, naik dari posisi kelima pada 2025.
Di Jawa Barat, pengembangan sektor ini selanjutnya diarahkan pada penguatan kerja sama antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.