Kronologi Bocah 4 Tahun Tewas Ditabrak Fortuner Saat Main Sepeda di Bandung


HAIJABAR.ID – Seorang bocah berusia empat tahun berinisial AMA meninggal dunia setelah tertabrak mobil Toyota Fortuner saat bermain sepeda di Jalan Raya Majalaya, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (4/11/2026) sore.
Pengemudi berinisial H (49) telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Robby Rachman mengatakan, pengemudi Fortuner tersebut hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa kecelakaan yang menewaskan korban.
“Status yang diamankan (pengemudi) masih saksi,” kata Robby.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Kecelakaan berlangsung di depan rumah korban ketika bocah tersebut sedang bermain sepeda pada sore hari.
Ibu korban, Endang Sari Hidayah, menceritakan bahwa dirinya baru pulang berkegiatan dari kantor desa sebelum kejadian.
Saat tiba di rumah, ia sempat melihat anaknya sedang bermain sepeda di depan rumah.
“Saya pulang dari Desa disambut sama anak di pas di tempat kejadian itu. Saya sempet kamerain anak dulu sama saya, terus saya ke rumah. Udah gitu deh, ‘Diza, hayuk mandi, udah jam setengah enam,” kata Endang pada Jumat, (6/11/2026).
Endang mengaku tidak lama berada di dalam rumah sebelum kembali keluar. Namun, ia justru mendapati anaknya sudah berada di kolong mobil, tepatnya di dekat ban belakang.
Sang suami yang melihat kondisi tersebut bahkan langsung pingsan karena tidak kuat menyaksikan kejadian yang menimpa anaknya.
“Jadi posisi anak di bawah mobil, di dalam di kolong, di ban belakang. Suami nggak kuat, suami pingsan di depan mobil putih itu,” katanya.
Dalam kondisi panik, Endang berusaha meminta pertolongan kepada pengemudi mobil. Menurut penuturannya, sopir sempat turun untuk melihat kondisi korban, tetapi kemudian kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
“Ya Allah Pak Haji tolongin dong Pak Haji ini anak saya gimana Pak Haji. Ke sana saya gedor-gedor itu mobil sampai sekencang-kencangnya biar dia balik lagi,” jelasnya.
Endang kemudian kembali mendekati anaknya dan berusaha mencari kendaraan untuk membawa korban ke rumah sakit. Hingga akhirnya, seorang warga yang melintas menggunakan sepeda motor bersedia memberikan bantuan.
Namun, saat berada dalam dekapan ibunya, korban sudah tidak menunjukkan respons.
“Takdir lain mungkin sudah nggak ada, dari dekapan saya juga sudah nggak ada, nggak respons. Soalnya di sana juga pas di ban mobil juga sudah kayaknya meninggal di sana. Soalnya jarak ke RS Ebah (Majalaya) tuh ya lumayan. ‘Diza, Diza bangun ini mama, Diza’ nggak ada respons, nggak ada,” ungkapnya dengan nada lirih.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban berharap kepolisian dapat menangani kasus secara transparan dan profesional agar keadilan bagi korban dapat terpenuhi.
Endang mengaku kehilangan anaknya membuat keluarga sangat terpukul. Ia berharap proses hukum terhadap peristiwa tersebut tetap berjalan hingga tuntas.
“Cuman saya tuh… saya kan kehilangan anak. Ya ingin aja tuh diproses, diproses gitu, ingin keadilan,” bebernya.
Menanggapi keterangan ibu korban mengenai pengemudi yang diduga tidak segera membawa korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan tersebut, Robby menyatakan informasi itu akan didalami dalam proses penyelidikan.
Menurutnya, keterangan tersebut akan menjadi salah satu bahan dalam gelar perkara untuk menentukan kemungkinan peningkatan status pengemudi dari saksi menjadi tersangka.
“Iya itu jadi bahan keterangan untuk nanti digelar perkara untuk mengedepankan atau untuk menindaklanjuti saksi tersebut bisa dinaikkan tersangka atau tidak bisa,” jelas Robby.
Ia memastikan kepolisian akan menjalankan proses hukum secara profesional dan memberikan perkembangan penanganan perkara kepada keluarga korban.
“Intinya proses hukum akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya ya. Dan perkembangan-perkembangan akan kami laporkan ke pihak keluarga,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan yang menewaskan bocah berinisial AMA tersebut melibatkan mobil jenis Fortuner dan terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
“Iya telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, di mana pengendara mobil berjenis Fortuner menabrak seorang balita meninggal dunia,” ungkap Robby.
Setelah kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah mengamankan pengemudi mobil berinisial H (49) dan memeriksa tiga orang saksi untuk mendukung proses penyelidikan.
“Kami mengamankan pengendara mobil tersebut berinisial H umur 49 tahun dan kami juga telah memeriksa saksi-saksi, tiga orang saksi, tiga orang saksi sementara akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.