KRL Bogor Kembali Normal, 4 Perjalanan Ditambah Mulai Senin 21 September


HAIJABAR.ID – Layanan KRL Commuter Line lintas Bogor kembali normal mulai Senin, (21/9/2026) setelah satu rangkaian KRL selesai menjalani perawatan menyeluruh. KAI Commuter menambah empat perjalanan sehingga total perjalanan di lintas Bogor kembali menjadi 392 perjalanan per hari.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penambahan perjalanan dilakukan setelah satu rangkaian KRL selesai menjalani perawatan.
“Dengen pengoperasian rangkaian yang telah selesai perawatan mulai Senin 21 September 2026 besok perjalanan Commuter Line lintas Bogor ditambah kembali sebanyak 4 perjalanan sehingga total perjalanan di seluruh lintas kembali normal sebanyak 1.065 perjalanan yang sebelumnya hanya 1.061 perjalanan mulai 10 September kemarin,” kata Karina pada Sabtu, (19/9/2026).
Penambahan perjalanan tersebut dilakukan setelah PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA bersama KAI Commuter menyelesaikan General Check Up terhadap satu rangkaian KRL iE305 atau seri CLI-225.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadao sistem dan komponen utama kereta untuk memastikan aspek keselamatan, keandalan, serta fungsi sarana berada dalam kondisi optimal sebelum kembali digunakan melayani masyarakat.
Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan satu trainset telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan dan diserahkan kembali kepada KAI Commuter.
“Satu trainset telah menyelesaikan seluruh tahapan General Check Up dan sudah kami serahkan kembali kepada KAI Commuter untuk digunakan dalam pelayanan,” ujarnya.
Proses General Check Up terhadap enam trainset lainnya masih dilakukan secara bertahap.
“Selanjutnya, dua trainset ditargetkan selesai pada minggu keempat September, dua trainset berikutnya pada akhir September atau awal Oktober, dan dua trainset terakhir pada akhir minggu pertama Oktober,” tambah Nanang.
Pemeriksaan melibatkan tim engineering dan quality assurance INKA bersama KAI Commuter, KAI, serta stakeholder terkait.
Proses pemeriksaan dilakukan di dua fasilitas overhaul, yakni Depok dan Manggarai. INKA memastikan seluruh tahapan tetap mengacu pada standar keselamatan dan keandalan sarana.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna Commuter Line atas ketidaknyamanan selama proses ini berlangsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menuntaskan seluruh tahapan pemeriksaan dengan tetap menjaga standar keselamatan dan keandalan sarana,” jelas Nanang.
Sebelumnya, KAI Commuter melakukan penyesuaian perjalanan akibat proses perawatan sejumlah rangkaian KRL. Kondisi tersebut turut berdampak pada volume pengguna di lintas Bogor.
Berdasarkan catatan KAI Commuter, volume pengguna pada awal minggu sebelum pelaksanaan perawatan mencapai lebih dari 492.000 orang.
Pada awal masa perawatan rangkaian, rata-rata pengguna tercatat sebanyak 440.000 orang per hari atau turun sekitar 10,6 persen.
Setelah dilakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line, jumlah pengguna yang terlayani kembali meningkat menjadi lebih dari 454.000 orang.
“Dengan pengoperasian kembali 4 perjalanan Commuter Line Bogor diharapkan memberikan ruang gerak pengguna untuk kembali menyesuaikan perjalanannya. Terutama pada awal minggu yang merupakan hari dengan volume tertinggi,” tambah Karina.
Meski layanan lintas Bogor kembali ditambah, KAI Commuter masih menerapkan rekayasa peredaran sarana, khususnya di lintas Tanjung Priok.
Pengoperasian kembali rangkaian yang telah selesai menjalani perawatan belum mengembalikan sepenuhnya pola operasi sebelumnya di lintas Tanjung Priok. Layanan di lintas tersebut masih menggunakan rangkaian Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta sebagai bagian dari penyesuaian operasional.
“Untuk layanan perjalanan Commuter Line Bandara Soetta juga masih dilakukan penyesuaian, dengan masih melayani perjalanan sementara sebanyak 52 perjalanan tiap harinya,” jelas Karina.
KAI Commuter mengatakan evaluasi terhadap penyesuaian perjalanan masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah jadwal perjalanan dan ketersediaan sarana di seluruh lintas setiap harinya.
“Dengan telah beroperasinya 1 rangkaian CLI 225 ini dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna. Keselamatan merupakan prioritas dan komitmen kami mengoptimalkan layanan dan selama masa perawatan ini,” tegas Karina.