Miris, Dinding Kelas 6 SDN Sukajadi 03 Bekasi Jebol hingga Bisa Lihat Keluar


HAIJABAR.ID – Kondisi memprihatinkan terlihat di SDN Sukajadi 03, Kampung Gili-gili, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dinding ruang kelas 6 jebol hingga membentuk lubang besar yang membuat siswa dapat melihat langsung area di luar sekolah.
Kerusakan tersebut membuat kegiatab belajar mengajar langsung di tengah kekhawatiran siswa dan guru terhadap keselamatan.
Selain dinding jebol, sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan seperti lantai retak, plafon berlubang, dan dinding yang melupas.
Meja dan kursi yang digunakan siswa juga terlihat sudah lama dan mulai lapuk.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat akan mendapat rehabilitasi total. Namun, perbaikan tersebut baru direncanakan pada Tahun Anggaran 2027.
“Terima kasih atas informasi dan kepedulian masyarakat. Kami pastikan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat akan direhabilitasi total pada Tahun Anggaran 2027,” kata Asep pada Sabtu, (26/9/2026).
Kondisi dinding yang jebol membuat siswa kelas 6 khawatir saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Silvia (12), siswi kelas 6, mengatakan kerusakan pada ruang kelasnya telah terjadi selama beberapa bulan.
Ia mengaku takut bagian bangunan yang rusak tiba-tiba roboh ketika proses belajar berlangsung.
“Saya takut bagian atasnya tiba-tiba roboh. Pernah juga lagi menulis, tiba-tiba roboh. Sebenarnya enggak nyaman belajar dalam kondisi seperti ini,” ujar Silvia, Kamis (24/9/2026).
Dinding yang terbuka juga membuat debu dari luar lebih mudah masuk ke ruang kelas. Lokasi kelas yang tidak jauh dari area persawahan membuat kondisi tersebut semakin terasa.
Ketika hujan turun, air juga dapat masuk melalui bagian dinding yang sudah terbuka.
“Debunya jadi gampang keluar masuk. Kalau hujan, air tampiasnya juga kecipratan ke dalam kelas,” katanya.
Menurut Silvia, kerusakan pada dinding terjadi secara perlahan hingga akhirnya membentuk lubang besar seperti sekarang.
“Kerusakannya terjadi sedikit-sedikit, enggak langsung bolong seperti sekarang,” ujarnya.
Pensiunan guru SDN Sukajadi 03, Iyus Rustandi (60), mengatakan dirinya mengajar di sekolah tersebut sejak 2005 hingga pensiun pada 2025.
Menurut Iyus, bangunan yang kini mengalami kerusakan dibangun pada 2009. Sementara bangunan sekolah lainnya telah berdiri sejak 2003.
Namun, bangunan yang lebih baru justru dinilainya mengalami kerusakan lebih parah.
“Tapi kalau melihat kondisi, yang paling bahaya justru yang baru ini. Dulu mungkin cara membangunnya semennya kurang, jadi enggak kokoh,” kata Iyus.
Iyus mengaku pernah mengusulkan agar bagian bangunan yang dinilai rawan mendapat perhatian, terutama ruang kelas 6. Namun, hingga kini perbaikan belum dilakukan.
“Kerusakannya sudah lama. Dipaku pun pakunya sampai lepas karena bangunannya engga ada semennya. Kayunya juga kondisinya seperti itu,” ujarnya.
Untuk mencegah bagian bangunan yang rawan roboh, pihak sekolah sempat menggunakan bambu sebagai penyangga.
“Fungsinya buat menahan supaya tidak roboh ke bawah,” kata Iyus.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi bangunan saat memasuki musim hujan. Hujan deras yang disertai angin dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan.
“Itu yang paling ditakutkan. Bagaimana kondisinya nanti kalau hujan deras,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga siswa tidak lagi belajar dalam kondisi yang membahayakan.
“Mudah-mudahan perbaikan bisa dipercepat. Kami hanya ingin menjaga keamanan anak didik supaya mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Iyus.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meminta dinas terkait melakukan penanganan sementara sambil menunggu proses rehabilitasi.
Menurutnya, keselamatan siswa harus menjadi perhatian utama karena kondisi bangunan yang rusak berpotensi membahayakan kegiatan belajar mengajar.
“Saya meminta jajaran terkait sambil menunggu 2027 agar dipikirkan penanganan sementara untuk memastikan keselamatan siswa,” ujarnya.
Asep juga meminta dilakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bekasi yang mengalami kerusakan dan sudah tidak layak digunakan.
“Kami ingin anak-anak Kabupaten Bekasi belajar di sekolah yang aman dan layak,” kata Asep.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Pranoto mengatakan pihaknya telah mengetahui kondisi SDN Sukajadi 03.
Koordinasi juga telah dilakukan melalui Koordinator Wilayah Kecamatan Sukakarya yang telah datang langsung ke lokasi.
“Kami sudah berkoordinasi melalui koordinator wilayah Kecamatan Sukakarya. Dan kemarin koordinatornya sudah ke lokasi,” kata Pranoto.
Ia menjelaskan kewenangan pembangunan dan rehabilitasi sekolah berada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengusulkan rehabilitasi SDN Sukajadi 03 dalam APBD 2026.
Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, rehabilitasi sekolah tersebut direncanakan baru dilaksanakan pada 2027.
“Kita tidak diam, sudah tahu info itu. Makanya langsung ditangani tapi engga bisa tahun 2026 mepet, jadi rehabilitasi sekolah tersebut direncanakan dilaksanakan pada 2027,” ujar Pranoto.
SDN Sukajadi 03 saat ini memiliki 168 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar.
Dadanya rencana rehabilitasi pada 2027, pemerintah daerah kini perlu memastikan kondisi bangunan tetap aman digunakan sambil menunggu perbaikan permanen.