14 Siswa SD di Bandung Barat Diduga Keracunan, Sampel MBG Diuji di Laboratorium


HAIJABAR.ID – Sebanyak 14 siswa SD Negeri Garuda, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami sejumlah gejala seperti mual, muntah, hingga pusing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bandung Barat Yana Mulyana mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai belasan siswa yang mengalami gejalan keracunan.
“Betul kami terima informasi ada siswa SD yang keracunan, sudah ditangani dengan jumlah siswa yang mengalamo gejala sebanyak 14 orang,” kata Yayan pada Kamis, (1/10/2026).
Yana mengatakan para siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan makanan yang menjadi penyebab berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) atau makanan lain yang dikonsumsi siswa.
“Laporan itu di tanggal 29 dan 30 September, jadi 2 hari lalu. Belum bisa dipastikan ya,” kata Yana.
Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, Dinas Kesehatan Bandung Barat telah mengamnil sampel makanan dari menu MBG yang dikonsumsi para siswa.
Sampel yang diperiksa merupakan makanan yang dibagikan pada Selasa, 29 September 2026. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, chicken cordon blue, kacang polong goreng, mix vegetables, dan kelengkeng.
“Menunya itu nasi putih, chicken cordon blue, kacang polong goreng, mix vegetables, dan kelengkeng. Sampel makanan sudah kita ambil untuk diuji di laboratorium agar bisa dipastikan penyebab dugaan keracunannya,” kata Yana.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut berkaitan dengan gejala yang dialami para siswa.
Saat ini, seluruh siswa yang mengalami gejala sudah menjalani perawatan di rumah masing-masing.
Salah satu siswa sempat dirujuk ke RSUD Lembang, tetapi kini telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
“Kami bersama tim dari puskesmas terus memantau kondisi siswa, semua sudah ada di rumah masing-masing. Alhamdulillah sekarang tidak ada lagi laporan tambahan siswa bergejala,” kata Yana.
Dinas Kesehatan Bandung Barat bersama pihak puskesmas masih memantau kondisi para siswa sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.