Antisipasi Gempa Sesar Lembang, Pemprov Jabar Siapkan Cirebon Jadi Pusat Pemerintahan Alternatif


HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang.
Persiapan tersebut mencakup pemetaan jalur evakuasi mobilitas kendaraan, penyediaan logistik dan air bersih, hingga kemungkinan menjadikan Cirebon sebagai pusat operasional pemerintahan alternatif apabila Bandung tidak dapat berfungsi akibat gempa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh perangkat daerah menghitung kebutuhan penanganan darurat sejak dini.
Menurutnya, mitigasi bencana harus disiapkan melalui rencana operasional yang jelas, mulai dari jalur distribusi bantuan hingga kebutuhan peralatan dan teknologi informasi.
“Jadi, dari sekarang skenarionya sudah kami hitung. Kalau terjadi Sesar Lembang, mobilisasi ke mana, jalurnya lewat mana, berapa truk yang dibutuhkan, logistiknya apa, dan teknologi informasi apa yang disiapkan,” kata Dedi pada Senin, (12/20/2026).
Dedi meminta perangkat daerah mengidentifikasi kebutuhan kendaraan, peralatan, dan logistik yang diperlukan ketika gempa terjadi.
Perencanaan juga harus mencakup lokasi penyimpanan bantuan serta jalur distribusi agar penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat.
Ketersediaan kendaraan berukuran besar, seperti truk, menjadi salah satu kebutuhan yang harus diperhitungkan untuk mengangkut bantuan dan mendukung mobilisasi petugas.
Selain bahan pangan, Pemprov Jabar turut memperhitungkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Mobil tangki air perlu disiapkan sebagai antisipasi apabila jaringan distribusi air mengalami gangguan akibat gempa.
“Kalau membutuhkan banyak truk, maka dinas teknis sekarang harus menyiapkan,” katanya.
Pemetaan juga dilakukan terhadap jalur penghubung Bandung dengan wilayah lain.
Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi ruas jalan yang berpotensi terdampak serta menentukan jalur alternatif jika akses utama tidak dapat dilalui.
Dedi meminta perangkat daerah yang menangani infrastruktur turut memasukkan aspek mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan jalan.
Selain jalur evakuasi dan logistik, Pemprov Jabar membahas kemungkinan menjadikan Cirebon sebagai lokasi alternatif operasional pemerintahan apabila pusat pemerintahan di Bandung tidak dapat berfungsi akibat gempa.
“Jangan sampai ketika terjadi bencana, kita baru menyiapkan semuanya. Skenarionya harus disiapkan dari sekarang,” kata Dedi.
Skenario tersebut perlu memperhitungkan akses menuju Cirebon, termasuk potensi kerusakan jalan yang dapat menghambat perpindahan personel maupun distribusi bantuan.
Namun, rencana tersebut masih memerlukan perencanaan teknis lebih lanjut.
Beberapa aspek yang perlu dipastikan meliputi lokasi operasional, ketersediaan fasilitas pendukung, serta mekanisme pemindahan sementara kegiatan pemerintahan.
Dalam upaya memperkuat mitigasi, Jawa Barat saat ini memiliki enam sensor gempa yang ditempatkan di sisi utara dan selatan Sesar Lembang.
Dedi meminta kebutuhan perangkat mitigasi dihitung secara terperinci, termasuk jumlah alat yang diperlukan, lokasi pemasangan, dan anggaran pengadaannya.
Mitigasi juga mencakup pemetaan mikrozonasi untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko gempa di sejumlah kawasan.
Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penataan ruang dan penerapan standar pembangunan di wilayah rawan gempa.
Sesar Lembang merupakan sesar aktif sepanjang sekitar 29 kilometer yang membentang di utara Bandung dan terbagi menjadi enam segmen.
Kawasan di sekitarnya mencakup permukiman dan berbagai aktivitas ekonomi sehingga gempa berpotensi berdampak terhadap masyarakat serta infrastruktur.
Badan Geologi pada Februari 2026 menyebut potensi gempa dapat mencapai magnitudo 6,8–7 apabila seluruh segmen bergerak.
Sementara itu, kajian BMKG pada Oktober 2025 menyebut segmen Cimeta dan Cipogor berpotensi menghasilkan gempa maksimum magnitudo 5,5 berdasarkan skenario yang digunakan.
Dengan perencanaan jalur evakuasi, logistik, infrastruktur, dan pusat operasional alternatif, Pemprov Jabar berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa Sesar Lembang.