Dedi Mulyadi Targetkan Jalan Desa di Jabar Mulus pada 2027, Siapkan 500 Mobil Beton


HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan seluruh jalan desa di Jawa Barat dalam kondisi mulus atau leucir pada 2027.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berencana membeli sekitar 500 unit mobil pembuat beton berjalan yang akan ditempatkan di setiap kecamatan.
Rencana itu disampaikan Dedi saat menghadiri pembukaan Hari Desa Nasional dan Kick Off Liga Desa 2026-2027 di Lapangan Penglejar, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (10/10/2026).
Acara tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto serta sejumlah tamu undangan.
“Tahun depan kita akan beli sekitar 500 unit mobil pembuat beton berjalan. Nanti akan ditempatkan di setiap kecamatan, maka desa dan kabupaten tidak usah bikin anggaran pembangunan jalan, cukup penyediaan bahan saja, pasir, semen, split,” kata Dedi.
Saat ini, Pemprov Jabar telah memiliki sekitar 100 unit mobil pembuat beton berjalan.
Untuk mendukung penyediaan bahan baku, Dedi berencana bekerja sama dengan tiga pabrik semen di Jawa Barat agar harga semen untuk pembangunan jalan desa lebih terjangkau.
“Agar semennya untuk pembangunan desa bisa tiga perempat harga pasar. Ini pola gotong royong,” ujarnya.
Dedi berharap pengaturan mengenai dana desa juga dapat mengakomodasi kebutuhan pembangunan infrastruktur, terutama pengadaan bahan untuk pembangunan jalan.
Ia menargetkan program tersebut dapat membuat seluruh masyarakat Jawa Barat menikmati jalan desa yang mulus pada 2027.
“Kalau ini sudah berjalan, 2027 seluruh rakyat Jawa Barat menikmati jalan leucir,” ujarnya.
Selain jalan desa, Dedi menyebut saluran irigasi juga akan diperbaiki dengan konstruksi beton.
Menurutnya, perbaikan irigasi diharapkan memudahkan aktivitas pertanian dan mendukung peningkatan produktivitas petani sehingga dapat panen dua kali dalam setahun.
Pemprov Jabar juga mendorong penataan lingkungan di sepanjang jalan provinsi, nasional, dan kabupaten.
Dedi meminta kepala desa ikut menjaga kebersihan dan mengubah tampilan kios-kios sederhana di tepi jalan agar terlihat lebih tertata.
“Nanti agar para kepala desa agar mengikuti, di pinggir-pinggir jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan nasional, tidak boleh ada kekumuhan, warung-warung plastik, kios-kios plastik kita bisa ubah jadi kios bambu bersaung injuk agar indah,” ujar Dedi.
Untuk mendukung penataan jalan, Pemprov Jabar mulai merekrut anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) atau Hansip desa menjadi petugas kebersihan jalan provinsi. Dedi menyebut petugas tersebut mendapat gaji Rp 4 juta per bulan.
“Sekarang sudah berjalan secara bertahap merekrut tenaga tenaga Linmas desa menjadi tenaga kebersihan jalan provinsi dengan gaji Rp 4.000.000,” tuturnya.
Dedi berharap pemerintah kabupaten menerapkan pola serupa, terutama untuk merawat jalan kabupaten yang menurutnya masih memiliki persoalan drainase, kebersihan, dan rumput liar.
Melalui skema tersebut, satu kilometer jalan akan dirawat oleh satu anggota Linmas. Dedi juga menegaskan bahwa perekrutan tidak mensyaratkan ijazah sekolah maupun kemampuan baca tulis.
“Nu penting mah daekan (Yang penting punya kemauan),” ucapnya.
Selain program jalan dan kebersihan, Dedi menyebut Pemprov Jabar telah mengeluarkan peraturan gubernur mengenai pembagian hasil tambang untuk desa.
Ia menyatakan, desa yang memiliki aktivitas pertambangan akan menerima bagian dana bagi hasil untuk pembangunan wilayahnya mulai Januari 2027.
“Peraturannya adalah kalau di sebuah desa ada tambang maka dana bagi hasilnya 60% sampai 70% harus kembali ke desa itu untuk pembangunan ini berlaku di Januari 2027,” ucapnya.
Dedi menegaskan, aktivitas pertambangan tidak boleh membuat jalan desa rusak dan masyarakat menanggung dampak buruk tanpa memperoleh manfaat pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengapresiasi Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Kepala Desa Cisomang Barat Rizwan sebagai tuan rumah kegiatan pembukaan Hari Desa Nasional dan Liga Desa 2026-2027.
Yandri mengatakan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyiapkan 14 festival yang berfokus pada pembangunan dan pemberdayaan desa.
Kegiatan tersebut mencakup festival desa bebas narkoba, desa ekspor, BUMDes terbaik, pemuda-pemudi pelopor desa, film pendek, YouTuber, Liga Desa, hingga desa bebas sampah.
“Kami di Kementerian Desa ada 14 festival bangun desa. Jadi ada desa bebas narkoba, ada desa ekspor, BUMDES terbaik, pemuda-pemudi pelopor desa, festival film pendek, festival youtuber, liga desa, desa bebas sampah, dan lain sebagainya,” kata Yandri dalam sambutannya.
Menurut Yandri, rangkaian kegiatan tersebut merupakan upaya mendorong desa-desa di Indonesia agar berkembang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah.
Ia mengajak masyarakat dari berbagai desa di Indonesia untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Januari di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
“Oleh karena itu mari kita sukseskan rangkaian Hari Desa Nasional yang puncaknya insyaallah tanggal 15 Januari dan 16 Januari di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,” kata Yandri.