Flyover Bomang Bogor Mulai Dilelang Desember 2026, Anggaran Tahap Pertama Rp190 Miliar


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan lelang pembangunan flyover Bojonggede-Kemang (Bomang) dimulai pada pertengahan Desember 2026.
Jika mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Bogor, proyek tersebut diharapkan memasuki tahap kontrak pada Januari 2027 dan mulai dibangun pada akhir bulan yang sama.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, tahapan lelang akan menjadi langkah awal untuk merealisasikan pembangunan flyover yang menghubungkan Jalan Bojonggede-Kemang dengan Jalan Raya Parung.
“Kami rencanakan di pertengahan bulan Desember 2026, flyover Bomang, apabila disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor, kami akan melaksanakan lelang di Desember, berarti bulan depan,” kata Rudy pada Rabu, (4/11/2026).
Rudy menjelaskan, pembangunan flyover Bomang direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan mencapai hampir Rp 400 miliar.
Untuk tahap pertama, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang dipaparkan, kebutuhan anggaran diperkirakan sebesar Rp190 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk membangun satu lajur yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk dua arah perjalanan.
“Untuk tahap satu, jadi kita tuh nanti flyover tuh ada dua lajur. Totalnya kurang lebih hampir Rp 400 miliar, maka tahap satu, kalau berdasarkan DED yang dipaparkan tadi Rp 190 miliar, itu berarti baru satu lajur. Satu lajur tapi bisa kita gunakan untuk dua ruas dulu, dengan anggaran kurang lebih Rp 190 miliar,” ucapnya.
Dengan skema tersebut, pembangunan flyover tidak langsung mencakup seluruh dua lajur sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Sebelumnya, Rudy menyampaikan rencana pembangunan flyover Bomang pada 2027 sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor.
Flyover tersebut dirancang menghubungkan Jalan Bojonggede-Kemang dengan Jalan Raya Parung hingga kawasan Simpang Jampang-Bomang.
“Di Desember 2026, lelang flyover akan kita mulai, sehingga pada saat flyover sudah terbangun, terhubung sampai dengan Simpang Bomang, ke kiri ke arah Kemang, ke kanan ke arah Parung, lurus arah Ciseeng, kawasan tersebut kita tata bersama-sama,” jelasnya.
Penataan kawasan tersebut juga mencakup peningkatan infrastruktur pendukung agar konektivitas menuju Kemang, Parung, dan Ciseeng dapat terintegrasi.
Selain pembangunan flyover, Pemkab Bogor juga merencanakan normalisasi sejumlah saluran irigasi dan sungai di kawasan Kemang dan sekitarnya.
Normalisasi tersebut direncanakan mulai dari kawasan pintu keluar Tol Salabenda hingga wilayah Parung, Ciseeng, dan Kemang.
“Di tahun 2026, kita pun akan melakukan normalisasi beberapa saluran irigasi, saluran sungai, mulai dari turun Tol Salabenda hingga sampai dengan Parung, Ciseeng, dan Kemang, sehingga penanganan banjir kita optimalkan,” ungkapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan banjir di kawasan sekitar jalur Bomang.