Panel Lisrik Dekat ICU Terbakar, Pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi Kini Kembali Normal


HAIJABAR.ID – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi kembali berjalan normal setelah insiden kebakaran panel listrik di lantai 2, dekat ruang ICU pada Minggu, (27/9/2026).
Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Dr. dr. Sri Enny Mainiarti, memastikan kebakaran hanya pada panel listrik dan tidak mengenai bangunan rumah sakit.
Evakuasi pasien saat kejadian dilakukan sebagai langkah keselamatan untuk menghindari paparan asap.
“Sudah berjalan normal. Yang terbakar itu panel listrik, jadi bukan gedungnya. Memang evakuasi pasien dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, tetapi setelah itu pasien kembali lagi ke tempat masing-masing,” kata Sri Enny pada Senin, (28/9/2026).
Menurut Sri Enny, hampir seluruh fasilitas rumah sakit saat ini sudah dapat kembali digunakan. Kebutuhan medis pasien juga tetap terpenuhi selama proses pemulihan pascakebakaran.
Tim Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) langsung melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang terdampak, terutama sistem kelistrikan.
Sri Enny mengatakan pasien di lantai 3 dan lantai 4 sudah dapat kembali ke ruangan masing-masing setelah proses pembersihan selesai.
“Tim IPSRS terus bekerja, langsung memperbaiki listrik. Pasien-pasien di lantai 3 dan lantai 4 sudah bisa kembali. Lantai 3 kemarin kami tahan karena khawatir debu, tetapi setelah dibersihkan tadi pagi pasien sudah kembali ke ruangan masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, area di lantai 2 masih dalam proses penanganan. Perbaikan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang terdampak dapat kembali digunakan dengan aman.
Sri Enny menjelaskan evakuasi pasien ketika kebakaran terjadi merupakan prosedur keselamatan yang wajib dilakukan rumah sakit.
Saat kejadian, ruangan dipenuhi asap dan aliran listrik belum tersedia. Karena itu, pasien dipindahkan sementara untuk memastikan keselamatan mereka sekaligus memungkinkan proses pembersihan asap dilakukan dengan aman.
“Memang kita harus tetap berhati-hati. Tindakan evakuasi itu wajib kita kerjakan karena posisinya saat itu untuk menyelamatkan pasien dari asap. Ruangan penuh asap dan listrik belum ada, sehingga pembersihan asap juga harus dilakukan dengan aman,” tuturnya.
Hingga kini, proses pemulihan fasilitas masih terus dilakukan. Rumah sakit juga mengupayakan penggantian panel listrik serta komponen pendukung pendingin udara (AC) agar seluruh fasilitas yang terdampak dapat segera kembali berfungsi.
“Panel listriknya dalam proses perbaikan,dan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dan kami memastikan keselamatan serta kenyamanan pasien menjadi prioritas,” pungkasnya.