PPN Kejawanan Cirebon Dibangun Rp4459 Miliar, Kapasitas Kapal Ditargetkan Tembus 500 Unit


HAIJABAR.ID – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, mulai memasuki tahap pembangunan fisik. Proyek yang didanai pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp 459 miliar tersebut ditargetkan mengubah PPN Kejawanan menjadi pelabuhan perikanan modern dan terintegrasi.
Pembangunan fisik ditandai dengan groundbreaking pada Kamis, 17 September 2026. PT Nindya Karya (Persero) bersama PT Sumber Teknik Konstruksi ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana proyek.
Setelah pengembangan selesai, daya tampung kapal di PPN Kejawanan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 241 unit menjadi 500 unit.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta pelaksana proyek menjaga fokus agar pembangunan dapat selesai sesuai target waktu.
“Saya titip ya Pak Firman, harus fokus karena proyek ini cukup serius. Saya berharap ini dapat selesai tepat waktu,” ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam groundbreaking pembangunan PPN Kejawanan, dikutip Senin, (21/9/2026).
Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah mengatakan, pengembangan PPN Kejawanan merupakan bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055) yang mendapat dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).
“Pemerintah mengembangkan proyek tersebut untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan dan mendukung rantai pasok komoditas perikanan,” ucapnya di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.
Sebagai kontraktor pelaksana, Nindya Karya menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta pengendalian kualitas dalam setiap tahapan pembangunan.
“Perusahaan juga menerapkan tata kelola proyek dan koordinasi pekerjaan untuk menjaga mutu pembangunan serta memenuhi target penyelesaian proyek,” jelasnya.
Proses pembangunan PPN Kejawanan diperkirakan berlangsung selama dua tahun dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2028.
Trenggono mengatakan pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kelas pelabuhan perikanan di Indonesia. PPN Kejawanan ditargetkan menjadi pelabuhan modern yang terintegrasi hingga bertaraf internasional.
“Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata, tematik sesuai dengan karakter-karakter di daerah,” kata Trenggono dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Selain meningkatkan kapasitas kapal, pengembangan PPN Kejawanan juga ditargetkan meningkatkan produksi ikan secara signifikan. Produksi ikan yang sebelumnya sekitar 5.600 ton per tahun diproyeksikan naik menjadi 32.000 ton per tahun.
Peningkatan aktivitas pelabuhan juga diperkirakan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap diproyeksikan meningkat dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang.
Sementara itu, kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam (SDA) dan non-SDA diproyeksikan meningkat dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.
Trenggono mengatakan pengembangan pelabuhan juga akan dilengkapi fasilitas industri dan sistem pengolahan limbah.
“Kita akan bangun sedemikian rupa. Ada nanti fasilitas-fasilitas industri juga yang tidak boleh sembarangan, karena akan dibangun juga IPAL yang bagus, sehingga tidak lagi bau,” tegas dia.
Selain fasilitas pelabuhan, pemerintah juga mendorong modernisasi kapal yang beroperasi di PPN Kejawanan.
“Kapal-kapal juga sedapat mungkin mesti dimodernisasi, sehingga tidak lagi kapal-kapal bentuknya seperti kapal yang jelek begitu. Mudah-mudahan perilaku para nelayannya juga nanti akan berubah menjadi yang terbaik,” sambung Trenggono.
Dengan pengembangan tersebut, PPN Kejawanan diharapkan dapat memperkuat aktivitas usaha perikanan, rantai pasok komoditas laut, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di sekitar Cirebon.