960 Keluarga di Kabupaten Bandung Dapat Bantuan Beras Fortifikasi untuk Cegah Stunting


HAIJABAR.ID – Sebanyak 960 keluarga di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung menerima bantuan beras fortidikasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pangan dan gizi masyarakat rentan rawan pangan, teritama keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, penerima bantuan tersebar di Kecamatan Pacet, Kertasari, dan Pangalengan.
“Penerima manfaat berdasarkan data yang dipegang Bapanas. Data itu berkenan dengan jumlah keluarga berisiko stunting dan prevalensi stunting. Untuk di Kabupaten Bandung hanya tiga kecamatan,” kata Uka Suska pada Senin, (21/9/2026).
Uka mengatakan penyaluran bantuan beras fortifikasi dilakukan dalam tiga tahap. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 15 kilogram beras fortifikasi pada setiap tahap penyaluran.
Dengan jumlah tersebut, total terdapat 2.880 paket bantuan yang disalurkan Bapanas selama tiga tahap. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh total 45 kilogram beras fortifikasi.
“Total, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 45 kilogram beras fortifikasi sepanjang program itu berjalan,” kata Uka.
Penyaluran bantuan di Kabupaten Bandung telah berlangsung sejak Juli 2026. Kabupaten Bandung juga menjadi salah satu daerah yang menjadi titik peluncuran program Bantuan Pangan Terfortifikasi dan Biofortifikasi dari Bapanas.
Uka menjelaskan beras fortifikasi memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan masyarakat, terutama mereka yang mengalami kerawanan pangan maupun gizi.
Beras tersebut setidaknya mengandung vitamin B1, B9, B12, serta zat besi. Kandungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas konsumsi dan gizi masyarakat penerima manfaat.
Menurut Uka, pemberian beras fortifikasi juga menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas pangan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting.
Pihaknya meyakini peningkatan kualitas konsumsi dan asupan gizi melalui program tersebut dapat membantu mencegah bayi lahir dengan kondisi stunting.