ASN Pemkot Bekasi Wajib Bisa Bahasa Inggris untuk Naik Jenjang Karier


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu pertimbangan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan jenjang karier.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat bagi ASN di lingkungan Pemkot Bekasi untuk naik ke jenjang berikutnya.
“Bukan syarat penerimaan ASN, tapi terkait dengan syarat untuk nanti naik ke jenjang berikutnya,” kata Tri pada Senin, (5/10/2026).
Pemkot Bekasi telah mulai melakukan tes kemampuan bahasa Inggris bagi ASN. Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap sesuai dengan jenjang jabatan.
Untuk tahap awal, tes tersebut menyasar ASN hingga eselon 3A. Setelah tahapan tersebut selesai, Pemkot Bekasi akan melanjutkan tes bagi ASN pada jenjang berikutnya.
“Oh iya nanti tuh. Ini kan sekarang kami baru tahao 1 kan, baru sampai eselon 3A, nah setelah itu kami coba tes eselon 3B nya,” jelas Tri.
Tri mengatakan kebijakan tersebut berikaitan dengan upaya Pemkot Bekasi mendorong transformasi daerah menjadi kota bertaraf internasional.
“Karena kan salah satu alasannya aturan ini ingin jadi kota internasional,” kata Tri.
Menurut Tri, kemampuan berbahasa Inggris semakin dibutuhkan seiring Pemkot Bekasi membuka hubungan kerja sama dengan sejumlah pihak dari luar negeri.
Beberapa kerja sama tersebut di antaranya dengan Kota Izuminaso di Jepang dan Seongnam di Korea Selatan.
Karena itu, ASN dinilai perlu memiliki kemampuan komunikasi yang mendukung hubungan kerja sama dengan mitra dari luar negeri.
Upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris ASN juga diterapkan melalui program One Day English.
Program tersebut diterapkan dalam rapat virtual ketika ASN bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap Jumat. Melalui kebijakan ini, ASN dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi pekerjaan.
Tri berharap peningkatan kompetensi bahasa Inggris ASN dapat mendukung kebutuhan Pemkot bekasi dalam membangyn hubungan dan kerja sama dengan pihak internasional.
Dengan kebijakan tersebut, kemampuan bahasa Inggris tidak hanya diarahkan sebagai keterampilan tambahan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi ASN dalam menunjang jenjang karier dan kebutuhan kerja ama internasional Pemkot Bekasi.