DPRD Jabar Dorong Pengelolaan Lahan PTPN-Perhutani Diperluas ke Daerah Lain


HAIJABAR.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mendorong rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pengelolaan lahan milik PTPN dan Perhutani tidak hanya diterapkan di kawasan Gunung Wayang, Kabupaten Bandung.
Ono meminta program tersebut juga diperluas ke daerah lain yang menghadapi persoalan penguasaan atau okupasi lahan perkebunan dan kehutanan oleh masyarakat.
“Saya mendukung langkah Pak Gubernur Jawa Barat mengambil alih pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani. Terutama yang tidak ditanami dengan jenis tanaman yang sesuai peruntukannya,” kata Ono pada Selasa, (29/9/2026).
Sebelumnya, Pemprov Jabar menyatakan rencana pengambilalihan hak pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani akan dimulai dari kawasan Gunung Wayang. Tahap awal program tersebut menargetkan pengelolaan lahan seluas 1.000 hektare dengan melibatkan petani setempat.
Ono mengatakan berdasarkan data yang diterimanya, lahan PTPN yang saat ini telah diokupasi masyarakat di Jawa Barat mencapai sekitar 12.000 hektare.
Menurut dia, sebagian lahan yang sebelumnya digunakan untuk perkebunan teh kini beralih menjadi lahan pertanian sayuran.
Ono mendorong agar pengelolaan lahan tersebut tetap melibatkan masyarakat sekitar sebagai petani. Dalam skema yang direncanakan Pemprov Jabar, petani akan memperoleh penghasilan bulanan sebesar Rp2,5 juta.
Rencana tersebut sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam program pengelolaan kawasan Gunung Wayang. Pada tahap awal, satu petani direncanakan mengelola sekitar dua hektare lahan.
“Pola tersebut berpotensi diterapkan di sejumlah daerah. Salah satunya Subang, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Bogor,” katanya.
Ono mengatakan persoalan pengelolaan lahan perkebunan dan kehutanan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi.
Menurut dia, wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan perkebunan dan kehutanan juga banyak menjadi kantong kemiskinan di Jawa Barat.
Karena itu, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan dinilai perlu menjadi bagian dari skema penataan tersebut.
Di sisi lain, Ono menyoroti perubahan fungsi lahan di kawasan perkebunan dan kehutanan. Ia mengatakan sebagian lahan yang sebelumnya digunakan untuk tanaman perkebunan kini ditanami sayuran.
“Rakyat di situ kebanyakan menanam sayur-sayuran. Yang ini akan sangat berdampak secara lingkungan,” ujarnya.
Rencana Pemprov Jabar sendiri menempatkan Gunung Wayang sebagai lokasi awal pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani.
Pemerintah provinsi menyebut lahan tersebut nantinya akan ditanami tanaman yang sesuai dengan karakteristik kawasan.
Ono kemudian mendorong agar pola pengelolaan serupa dikaji untuk diterapkan di wilayah lain yang memiliki persoalan lahan serupa, termasuk Subang, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Bogor.