Jalan Rusak Tak Kunjung Diaspal, Warga Depok Pilih “Ngecrek” untuk Biaya Operasional


HAIJABAR.ID – Warga RW 12, Rangkapan Jaya Baru, Depok, Jawa Barat, menggelang dana secara sukarela untuk membantu perbaikan Jalan 2000 yang kondisinya berlubang dan retak-retak.
Penggalangan dana yang disebut warha sebagai “ngecrek” itu dilakukan sambil menunggu kepastian pengaspalan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk kebutuhan operasional pekerja saat perbaikan jalan dilakukan.
Salah satu warga RT 6 RW 12, Ardi mengatakan penggalangan dana tersebut dimulai sejak Jumat, (25/9/2026) atas inisiatif pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat.
“Sebelum turun aspalnya kita harus cari dana. Nanti begitu operasi (perbaikan jalan) itu kita sudah ada gitu. Ya kita sambil sambil nunggu bantuan dari pemerintah, dari Wali Kota Depok, itu kita ya alangkah lebih baik kita sambil ngecrek,” kata Ardi dikutip pada Selasa, (29/9/2026).
peroleh informasi mengenai rencana penurunan aspal melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Namun, karena biaya operasional pengerjaan belum tersedia, warga memilih menggalang dana sembari menunggu bantuan pemerintah.
“Kita sambil menunggu bantuan dari atas, ya kita sambil ngecrek. Cuma sampai kapan selesainya? Kalau bisa secepatnya. Kapan aspal turun, dipasang, ya kita udahin ngecreknya,” tuturnya.
Ardi mengatakan Jalan 2000 merupakan jalur alternatif yang banyak digunakan warga dari Sawangan dan Depok menuju Parung, Kabupaten Bogor, maupun sebaliknya.
Jalan tersebut juga kerap digunakan warga untuk berangkat sekolah dan bekerja. Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Parung dan Sawangan membuat sejumlah pengendara memilih melintasi Jalan 2000.
“Kalau pagi macetnya luar biasa. Sekitar jam 05.30 WIB sampai jam 08.00 WIB,” ucapnya.
Selain pengaspalan, warga berharap sejumlah fasilitas jalan yang dinilai rawan juga diperbaiki, termasuk penerangan jalan dan penanganan pohon tumbang.
Penggalangan dana tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Dawiyah, warga Sawangan, mengaku ikut menyumbang karena Jalan 2000 menjadi salah satu rute yang digunakannya untuk beraktivitas, termasuk menjemput anak sekolah di Jakarta.
“Harapannya pengen jalan ini rapi. Kan kita juga yang ngerasain,” ujar Dawiyah.
Pengguna jalan lainnya, Muklis, juga mendukung inisiatif warga menggalang dana.
Ia mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan 2000 karena jalur tersebut dinilai lebih praktis dibandingkan melewati wilayah Sawangan yang kerap macet.
Namun, kondisi jalan yang tidak rata, terutama di bagian turunan, dinilai membahayakan pengendara.
“Bagus sih, warga sini aktif berarti, enggak usah nunggu pemerintah turun tangan,” ucap Muklis.
Ia berharap dana yang dikumpulkan warga segera terkumpul sehingga perbaikan jalan dapat segera dilakukan.
“Semoga dananya segera kekumpul biar jalanan bisa diperbaiki. Kalau rata kan enak kita jalannya,” tuturnya.