Kasus Influenza A Naik, Disdik Bandung Siapkan Opsi PJJ Jika Sekolah Darurat


HAIJABAR.ID – Dinas Pendidikan Kota Bandung menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kasus Influenza A di lingkungan sekolah meningkat dan kondisi dinilai darurat.
Namun, hingga Kamis, (1/10/2026) kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung secara tatap muka karena situasi disebut masih terkendali.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah mulai jenjang TK, PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
Surat edaran tersebut berisi langkah kewaspadaan dan antisipasi terhadap penyebaran Influenza A di lingkungan sekolah.
“Isinya menekankan agar sekolah waspada dan mengantisipasi jika ada warga sekolah yang menderita flu, apalagi berlangsung berhari-hari,” kata Asep pada Kamis, (1/9/2026).
Asep mengatakan penanganan siswa yang mengalami gangguan kesehatan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Jika peserta didik mengalami gangguan kesehatan saat berada di sekolah, penanganan awal dapat dilakukan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Jika dirasa di luar kemampuan, barulah sekolah berkoordinasi dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan tersekat,” katanya.
Disdik Kota bandung juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.
Asep mengatakan, siswa yang sakit perlu mendapatkan penanganan di puskesmas terlebih dahulu.
Apabila dokter sudah mengizinkan siswa kembali mengikuti pembelajaran di sekolah, siswa diperbolehkan masuk dengan menggunakan masker.
Namun, siswa yang dinilai belum pulih tidak perlu memaksakan diri mengikuti pembelajaran secara langsung.
“Jika belum, diperbolehkan pulang sampai pulih kembali,” ucap Asep.
Asep mengaku telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah untuk melihat kondisi terkini.
“Dari kemarin saya juga melakukan inspeksi mendadak ke beberapa sekolah, kondisinya masih normal, mudah-mudahan tidak memburuk. Meski demikian, surat edaran antisipasi sudah kami sebarkan,” katanya.
Pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi di sekolah.
Meski pembelajaran tatap muka masih berjalan normal, Disdik Kota Bandung telah mempertimbangkan kemungkinan penerapan PJJ apabila kondisi berubah.
Asep mengatakan keputusan penerapan PJJ tidak dapat diambil secara sepihak oleh Dinas Pendidikan.
Jika laporan kasus Influenza A di sekolah meningkat, pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum melaporkan kondisi tersebut kepada Wali Kota Bandung.
“Tentu sudah dipikirkan. Jika nanti banyak laporan kasus Influenza A, kami akan mengevaluasi dan melaporkan kepada Bapak Wali Kota untuk arahan selanjutnya,” ujar Asep.
Menurut Asep, PJJ memungkinkan diterapkan apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi sudah membutuhkan langkah tersebut. Penentuan kebijakan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Dinas Kesehatan dinilai memiliki peran dalam menentukan tingkat risiko penyebaran penyakit sebelum keputusan mengenai pembelajaran diambil.
Selain itu, kepala sekolah juga diberikan ruang untuk mengambil kebijakan apabila jumlah kasus di lingkungan sekolah meningkat.
“Langsung berkoordinasi dengan para kepala sekolah dan mengeluarkan surat edaran kemarin, di dalamnya sudah tertuang panduan koordinasi. Jika di satu sekolah persentase kasusnya sudah tinggi, kepala sekolah berwenang mengambil kebijakan PJJ,” katanya.
Asep juga menyarankan siswa dan guru tetap menggunakan masker, terutama apabila sudah menunjukkan gejala flu meskipun kondisinya belum berat.
Untuk sementara, pembelajaran tatap muka di Kota Bandung tetap berjalan. Disdik akan terus memantau laporan dari seluruh jenjang pendidikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila ditemukan peningkatan kasus.