Melahirkan di RSIA Setya Bhakti Depok, Ibu Kehilangan Bayi dan Rahim hingga Trauma


HAIJABAR.ID – Seorang Ibu berinisial IN (31) yang kehilangan bayi dan rahim setelah menjalani persalinan di RSIA Setya Bhakti, Depok, Jawa Barat, masih mengalami trauma.
Saat menghadiri pertemuan bersama keluarga dengan Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, dan pengurus Puskesmas Tapos di Puskesmas Tapos pada Kamis, (1/10/2026) siang, IN bahkan tak kuasa menahan tangis.
Sekitar 15 menit setelah pertemuan dimulai, IN keluar dari ruangan dalam keadaan menangis.
“Enggak kuat saya di sini (Puskesmas Tapos), rasanya masih trauma,” kata IN sembari sesegukan dan menghapus air matanya dengan tisu.
Ibu IN, Edeh, mengatakan kondisi psikologis anaknya masih terpukul setelah kehilangan bayi yang telah dikandung selama sembilan bulan dan harus menjalani pengangkatan rahim.
Edeh mengatakan IN kini takut bertemu dengan orang lain, terutama ketika ditanya mengenai peristiwa yang dialaminya sepekan sebelumnya.
Karena itu, Edeh membatasi orang-orang yang ingin menemui anaknya agar IN tidak kembali dipaksa menceritakan kejadian tersebut sebelum siap.
“Ya jadi dia takut ketemu orang, takut ditanya-tanya gimana kejadiannya. Makanya saya tuh selalu jaga untuk dia bertemu dengan orang juga. Dia juga enggak mau,” ujar Edeh saat ditemui di Puskesmas Tapos, Depok, Kamis.
Edeh masih mengingat kondisi IN sesaat setelah peristiwa tersebut. Saat itu, IN sempat merasa dirinya gagal menjadi seorang perempuan dan ibu.
“Dari awal tuh dia teriak, ‘Mama, aku gagal jadi seorang perempuan, jadi seorang ibu!'” kata Edeh.
Sebagai orangtua, Edeh mengaku hanya bisa menguatkan anaknya agar tetap bersabar menghadapi kondisi yang dialaminya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada IN.
Pendampingan tersebut disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis IN setelah mengalami peristiwa traumatis.
“Insya Allah kita akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk pendampingan psikologis, untuk menguatkan kembali pasiennya,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Selain pendampingan psikologis, Dinkes Depok juga menawarkan fasilitas kontrol kesehatan di rumah sakit lain karena IN masih mengalami trauma terhadap rumah sakit tempat dirinya menjalani persalinan.
“Kita akan dampingi, bahkan mungkin kita bisa alihkan dan kembalikan kontrolnya,” ucapnya.
Pendampingan tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan Dinkes Depok sembari menunggu hasil audit maternal perinatal untuk menelusuri penanganan medis terhadap IN, mulai dari Puskesmas Tapos hingga RSIA Setya Bhakti.