Modus Hipnotis, Motor Driver Ojol di Bekasi Raib Usai Diberi Kunci Mobil dan STNK Palsu


HAIJABAR.ID – Seorang pengemudi ojek online (ojol), Dimyati diduga menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus hipnotis di Pondok Gedem Kota Bekasi. Motor miliknya raib setelah dibawa pelaku yang sebelumnya memberikan kunci mobil dan STNK sebagai jaminan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, (23/9/2029). Kisah Dimyati kemudian diungkap pemilik akun Instagram @novytaiu, Novita, melalui video yang diunggah di media sosial.
Novita mengatakan Dimyati tiba-tiba mendatangi rumahnya dalam kondisi kebingungan dan mengaku telah dihipnotis. Saat itu, Dimyati juga mengatakan motor dan handphone miliknya hilang.
“Awal mulanya saya dan keluarga sedang berkumpul depan rumah, tiba-tiba didatangi oleh pak ojol dan minta bantuan ‘saya dihipnotis, motor dan HP saya hilang’ sambil bapak tersebut kebingungan, beliau ngomong itu berkali-kali sampai kita melongo ‘lho kok bisa pak, di mana’,” kata Novita pada Kamis, (24/9/2026).
Berdasarkan penuturan Dimyati kepada Novita, kejadian bermula ketika dirinya diminta berhenti di sebuah toko dekat rumah Novita. Penumpang kemudian meminta Dimyati turun untuk membeli air mineral.
“Di situ, di toko tadi penumpang saya minta diturunin di situ beli air 2, ini yang satu saya pegang, terus saya dikasih kunci mobil dan STNK. Setelah kami cek ternyata itu semua palsu,” tuturnya.
Pelaku kemudian beralasan hendak meminjam motor Dimyati untuk suatu keperluan. Sebagai jaminan, pelaku memberikan kunci mobil dan STNK kepada korban.
“Bapak itu bilang, katanya motor mau dipakai buat ke mana gitu ada keperluan lah, terus dijanjikan kunci mobil sama STNK. Terus nggak lama kemudian, bapaknya baru sadar dan ternyata motornya sudah nggak ada,” ungkapnya.
Dimyati sempat menunggu pelaku selama sekitar 1,5 jam di pinggir jalan. Namun, orang yang membawa motornya tidak kunjung kembali.
“Info dari tetangga, bapaknya sudah menunggu 1 jam setengah di pinggir jalan sambil ngeliatin motor yang lewat, masih berharap motornya balik, ternyata tidak. Akhirnya bapak saya minta untuk duduk tapi ya karena posisinya masih gemeter dan linglung, bapaknya masih banyak cerita, akhirnya saya izin take video untuk bapak barangkali ada teman-teman yang bisa bantu bapak, dan bapak mengizinkan,” bebernya.
Setelah kejadian tersebut, Novita sempat membantu memesankan ojek online untuk mengantar Dimyati pulang.
Namun, Dimyati menolak dan meminta diantar ke Terminal Kampung Rambutan untuk bertemu dengan teman-teman ojek pangkalan tempatnya biasa mangkal.
Novita menjelaskan Dimyati sebenarnya merupakan pengemudi ojek pangkalan. Saat kejadian, Dimyati mengenakan jaket ojol milik anaknya.
Kisah tersebut kemudian mendapat perhatian dari warganet. Novita menggalang donasi untuk membantu Dimyati yang kehilangan kendaraannya.
“Iya benar ada penggalangan dana, karena ini baru pertama kalinya saya. Alhamdulillah dari temen-temen TikTok dan Threads ada yang kasih arahan ke aku buat open donasi ke bapaknya. Alhamdulillah terkumpul Rp 7.183.000 dan ini masih open donasi yang ke-2 karena masih banyak yang minta buka lagi, pada baru gajian tanggal 25 kata teman-teman,” pungkasnya.
Dana yang terkumpul sebesar Rp7.183.000 tersebut kemudian telah diserahkan kepada Dimyati.
Beredarnya informasi tersebut di media sosial menuai beragam tanggapan dari warganet.
“Keiris bgt rasanya. Nyuri motor org ga punya itu dzolimnya level maximal,” tulis akun @masaga***
“Astaghfirullah ya allah, orang orang kenapa tega banget sii,” tulis @yani***
“Semoga yg hilang diganti 1000x lipat pakk,” tulis @mariska***
“Kenapa orh jahat nargetin masyarakat biasa sih. Kenapa ga rumah2 koruptor aja digituin,” tulis @klinik***