Kasus ILI di Kabupaten Bandung Naik 53,3% dalam 2 Pekan, ISPA Juga Melonjak


HAIJABAR.ID – Kasus influenza-like illness (ILI) di Kabupaten Bandung meningkat 53,3 persen dalam dua pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung juga mencatat kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) naik 36,38 persen salam periode yang sama.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah mengatakan peningkatan kasus tersebut terpantau berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Dinkes kini memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan.
“Berdasarkan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), peningkatan kasus ILI sebesar 53,3% sepanjang dua pekan terakhir. Sementara, kasus ISPA naik 36,38% dari acuan rentang waktu sama,” kata Handan Siti Hasanah pada Kamis, (24/9/2026).
Hanhan mengatakan pemeriksaan penunjang dilakukan terhadap sejumlah pasien ILI. Namun, pemeriksaan tersebut tidak dilakukan kepada seluruh pasien.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, terdapat sejumlah pasien ILI yang terkonfirmasi terinfeksi influenza A atau yang kerap disebut superflu.
Dinkes Kabupaten Bandung, kata Hanhan, tidak berwenang menjadi penyelenggara Surveilans Sentinel ILI-Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Karena itu, pihaknya tidak melakukan tes secara acak terhadap pasien.
“Kami mengedepankan pada pencegahan, menekan peningkatan kasus ILI maupun ISPA di Kabupaten Bandung,” ucap Hanhan.
Untuk menekan peningkatan kasus, Dinkes Kabupaten Bandung memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penularan ILI dan ISPA.
Hanhan mengatakan masyarakat dapat mencegah penularan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker.
“Karakteristik influenza, bersifat self limiting disease, atau dapat sembuh dengan sendirinya. Perihal itu, kami pun terus mengedukasi masyarakat untuk senantiasa memelihara imunitas,” ucap Hanhan.
Dinkes juga mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi penyebaran influenza. Warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sakit kepala diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Seumpama gejala memburuk, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan. Terdapat 18 rumah sakit dan 62 puskemas dengan total 2.601 tempat tidur (rawat inap) di Kabupaten Bandung. Selain itu, kami telah menyiapkan pengobatan suportif,” ucap Hanhan.
Hanhan menambahkan, penanganan pasien di instalasi gawat darurat (IGD) fasilitas pelayanan kesehatan tetap dilakukan dengan sistem triase.
Dokter dan tenaga kesehatan akan menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat keparahan kondisi pasien.
“Untuk yang mengalami gejala ringan, dapat dilakukan rawat jalan,” kata Hanhan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan seiring adanya kecenderungan peningkatan kasus yang terpantau di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Kewaspadaan tersebut diperkuat setelah sejumlah rumah sakit di beberapa wilayah Jawa Barat menemukan pasien yang terinfeksi influenza tipe A.
Virus tersebut dinilai dapat memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya.