Pekerja Tertimbun Longsor Kirmir Sungai Cijalupang Bandung, Evakuasi Berlangsung 1 Jam


HAIJABAR.ID – Seorang pekerja tertimbun longsor tanah dan material batu saat mengerjakan fondasi Sungai Cijalupang, Kelurahan Cisarenten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu, (3/10/2026) siang.
Korban sempat tertimbun hingga setengah badan sebelum berhasil dievakuasi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya tengah mengerjakan fondasi sungai menggunakan batu.
Namun, tanah di sekitar kirmir tiba-tiba longsor dan menimpa ketiga pekerja.
Rini, warga yang menjadi saksi mata, mengatakan kondisi tanah di lokasi memang sudah basah.
Selain itu, terdapat lubang dengan kedalaman sekitar satu meter di bawah area yang sedang dikerjakan.
“Jadi di sini ada tiga orang yang lagi kerja karena mau bikin fondasi pakai batu. Ternyata pas mau diratain itu kan di bawahnya udah ada lubang 1 meter, nah ternyata pas dia gali, si tanahnya longsor, karena emang posisinya udah basah kan tanahnya,” kata Rini di lokasi kejadian.
Saat longsor terjadi, dua pekerja berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu pekerja yang berada paling dekat dengan titik longsoran tidak sempat menghindar.
“Jadi si tanahnya tuh langsung nimpa. Untuk yang dua orang sih dia sigap gitu ya, cuma yang satu orang karena posisinya udah di bawah dan deket sama tanah yang longsor jadi dia nggak bisa gimana-gimana, langsung ketimbun,” ujarnya.
Warga kemudian berupaya meminta bantuan. Ambulans datang sekitar lima menit setelah dihubungi.
Namun, proses evakuasi korban tidak dapat dilakukan sembarangan karena terdapat besi dan batu di sekitar tubuh korban.
“Kejadian jam 1. Udah gitu saya langsung telepon ambulans, untung ambulans langsung datang ke sini ke lokasi, nggak lama sih 5 menit. Pas datang ambulans itu baru setengah badan,” kata Rini.
Karena khawatir kondisi tersebut membahayakan proses penyelamatan, Rini kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Posisinya pas udah setengah badan, saya langsung telepon Damkar karena posisinya kan itu ada besi-besi sama batu takut kenapa-kenapa, karena lutut sebelah kirinya katanya nggak bisa dikeluarin. Jadi saya mencoba buat telepon Damkar,” tuturnya.
Warga juga ikut membantu proses evakuasi sambil menunggu petugas datang.
“Sambil nungguin Damkar mungkin di sini juga warga udah pada mau bantuin, untung pada mau bantuin jadi bisa diselamatin,” katanya.
Rini mengatakan proses evakuasi korban berlangsung sekitar satu jam. Setelah berhasil dikeluarkan dari timbunan, korban diketahui mengalami sejumlah luka cukup serius.
“Untuk evakuasinya kurang lebih 1 jam,” katanya.
Menurut Rini, luka paling parah terlihat di bagian kepala. Ia menduga korban terkena batu ketika longsoran material kirmir terjadi.
“Itu lukanya parah karena tertimbun tanah longsor, bagian kepala. Karena mungkin posisinya kena batu. Bagian kepala sih tadi ada yang robek saya lihat, bagian kepala sama paha tadi kaki ada yang kejepit kayaknya,” ungkapnya.
Korban kemudian berhasil dievakuasi dari lokasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Rini mengatakan ketiga pekerja tersebut memang sedang mengerjakan fondasi sungai. Menurutnya, kondisi kirmir di lokasi sebelumnya sudah mengalami kerusakan dan nyaris longsor.
“Pengerjaan fondasi sungai. Soalnya kan emang posisinya udah mau longsor gitu jadi mungkin dari warga, dari PU sama dari dinas juga emang udah ada pengajuan sih buat mau dibikin fondasi di sungai ini,” pungkasnya.