Pemkab Bogor Siapkan Rumah Istimewa untuk Disabilitas, Anggaran Hampir Rp18 Miliar


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan Rumah Istimewa sebagai pusat pembinaan, pengembangan bakat, dan ruang berkumpul bagi penyandang disabilitas.
Fasilitas terpadu tersebut ditargetkan dapat ditempati atlet pada Desember 2027 dengan perkiraan anggaran hampir Rp18 miliar.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, M. Misbach, mengatakan Rumah Istimewa merupakan gagasan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menyediakan ruang yang ramah dan inklusif bagi masyarakat disabilitas.
“Pak Bupati menginginkan adanya Rumah Istimewa yang bisa membuka ruang bagi teman-teman disabilitas untuk berkreasi, bersilaturahmi, dan berkumpul. Jadi, tempat ini bukan hanya untuk atlet, tetapi juga terbuka sebagai ruang bersama bagi masyarakat disabilitas,” ujar Misbach di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (14/10/2026).
Misbach menjelaskan, Rumah Istimewa nantinya diprioritaskan sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pemusatan latihan atau training camp bagi atlet NPCI dan atlet disabilitas lainnya, termasuk atlet dari Sahut Inaba.
Selain pembinaan olahraga, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas pendukung pendidikan, ruang bermain, dan sarana lain untuk membantu penyandang disabilitas mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Lokasi pembangunan Rumah Istimewa direncanakan berada di kawasan Al-Fagansari, Kabupaten Bogor. Namun, luas lahan dan pembagian fasilitas masih dalam tahap perencanaan.
“Lokasinya direncanakan di Al-Fagansari. Untuk luas tanahnya, kami belum bisa memastikan karena masih disesuaikan dengan kebutuhan Rumah Istimewa. Yang jelas, konsepnya bukan hanya satu bangunan, melainkan satu kompleks yang dirancang untuk menunjang aktivitas dan pembinaan teman-teman disabilitas,” katanya.
Misbach berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat memperluas akses penyandang disabilitas terhadap sarana olahraga, pendidikan, dan ruang interaksi yang mendukung pengembangan potensi mereka.
Pemkab Bogor menargetkan Rumah Istimewa sudah dapat ditempati atlet pada Desember 2027.
Sementara itu, kebutuhan anggaran pembangunan kawasan tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp18 miliar.
“Anggaran yang dialokasikan kurang lebih hampir Rp18 miliar. Harapannya, pembangunan ini bisa berjalan sesuai rencana sehingga pada Desember 2027 Rumah Istimewa sudah dapat ditempati atlet,” ungkap Misbach.
Meski demikian, rincian pembangunan, luas kawasan, dan fasilitas yang akan direalisasikan masih menyesuaikan perencanaan serta alokasi resmi pemerintah daerah.
Misbach menegaskan Rumah Istimewa tidak dirancang sebagai tempat penampungan, melainkan sebagai ruang kebersamaan yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan kesetaraan.
“Pak Bupati tidak ingin tempat ini terkesan sebagai penampungan. Rumah Istimewa harus memiliki nuansa kekeluargaan, tempat teman-teman disabilitas berkumpul dan merasa memiliki keluarga besar. Mereka adalah orang-orang istimewa yang mempunyai hak dan kesempatan yang setara,” jelasnya.
Masyarakat penyandang disabilitas Kabupaten Bogor akan menjadi prioritas penerima manfaat.
Namun, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi. ruang silaturahmi dan kegiatan bersama komunitas disabilitas dari daerah lain, seperti Kota Bogor, Jakarta, dan Cianjur, sesuai kapasitas serta ketentuan pengelolaannya.
Misbach berharap Rumah Istimewa dapat menjadi contoh pengembangan fasilitas terpadu bagi penyandang disabilitas di daerah lain.
Ia juga mengajak keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas untuk terus memberikan dukungan agar mereka percaya diri dalam mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita.
“Harapan saya, keluarga yang memiliki anak atau saudara berkebutuhan khusus jangan patah semangat dan jangan minder. Tetap berjuang, memiliki motivasi, serta optimistis bahwa mereka juga mampu berprestasi. Mari kita manfaatkan Rumah Istimewa ini sebagai ruang untuk tumbuh, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkas Misbach.