Ratusan Motor Trail di Bekasi Diduga untuk MBG, Pemilik Lahan Buka Suara


HAIJABAR.ID – Deretan motor trail yang sempat terparkir di lahan terbuka di Jalan Inspeksi BKT, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemilik lahan, Yanto (62), membantah dugaan tersebut dan menyebut kendaraan itu merupakan motor dinas TNI yang akan di kirim ke Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Yanto, motor-motor tersebut hanya dititipkan sementara di lahannya sambil menunggu proses pengecatan sebelum didistribusikan ke tempat tujuan.
“Sebenarnya itu bukan motor MBG, tapi motor untuk dinas TNI di Surabaya. Motor-motor itu dititipkan di sini karena mau di cat,” kata Yanti pada Selasa, (20/10/2026).
Yanto mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang memiliki kendaraan tersebut maupun lokasi pengecatannya.
Ia mengatakan, lahannya hanya digunakan sebagai tempat parkir sementara dan tidak disewakan.
“Kalai ngecatnya di mana, saya kurang tahu. Tapi lahan saya hanya dipakai untuk parkir sementara, bukan disewakan,” tuturnya.
Yanto menjelaskan, kendaraan tersebut tidak datang sekaligus dalam jumlah besar. Motor-motor itu dititipkan secara bertahap, kemudian dipindahkan untuk menjalani pengecatan sebelum dikirim ke Surabaya.
“Jadi prosesnya bergantian. Kalau sudah selesai dicat semua, langsung dibawa ke Surabaya,” kata dia.
Ia menyebut kendaraan yang terparkir merupakan jenis Kawasaki KLX atau motor trail. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan unit, meski tidak seluruhnya berada di lokasi secara bersamaan.
“Kurang lebih bisa ratusan, tapi enggak sekaligus datang. Ada 20 atau 30 unit, kemudian diganti lagi dengan yang lain,” katanya.
Menurut Yanto, setiap tahap penitipan berlangsung sekitar dua hingga tiga hari sebelum kendaraan dipindahkan untuk proses berikutnya.
Husni (30), penjaga lahan tersebut, membenarkan bahwa sejumlah motor trail sempat terparkir di lokasi. Ia memperkirakan kendaraan itu berada di sana selama sekitar satu minggu dengan jumlah mencapai ratusan unit.
“Kemarin emang ada motor trail parkir di sini. Tapi itu punya dinas TNI, bukan MBG. Cuma numpang parkir di lahan ini,” kata Husni.
Husni menyebut kendaraan tersebut baru pertama kali dititipkan di lahan itu. Namun, ia tidak mengetahui secara terperinci identitas kendaraan maupun pihak yang mengelolanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, motor-motor tersebut sudah tidak berada di tempat parkir semula. Kendaraan itu dipindahkan ke lokasi lain yang berjarak sekitar 100 meter dari lahan awal.
Husni memperkirakan pemindahan dilakukan karena masa penggunaan lahan telah berakhir. Namun, ia mengaku tidak mengetahui alasan pastinya.
Ia juga membantah bahwa pemindahan kendaraan dilakukan karena motor-motor tersebut viral dan dikaitkan dengan program MBG.
“Bukan dipindah karena disebut sebagai motor MBG, emang udah habis aja masa parkirnya,” ujarnya.
Menurut Husni, kendaraan tersebut dipindahkan sekitar pukul 21.00 WIB. Motor-motor itu dibawa dengan cara dinyalakan dan dikendarai oleh orang yang memindahkannya, bukan diangkut menggunakan mobil.
Saat didatangi, penjaga di lokasi baru tidak memperbolehkan pengambilan gambar dan tidak bersedia diwawancarai.
Keberadaan deretan motor trail tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah oleh akun Threads @cookyea pada Minggu (18/10/2026).
Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan keberadaan motor trail yang terparkir di lahan yang dipenuhi sampah dan material buangan.
“Ini motor trail listrik yang buat MBG enggak si? Kok ada di pembuangan sampah si?” tulis pengunggah.
Hingga kini, keterangan mengenai motor-motor tersebut berasal dari pemilik dan penjaga lahan.
Identitas pihak yang mengelola kendaraan serta tujuan distribusinya belum terkonfirmasi secara independen.