11 Proyek Investasi Jabar Ditawarkan ke Investor, Komitmen Pendanaan Belum Terungkap


HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 11 proyek investasi dengan nilai yang diumumkan mencapai Rp 2,072 triliun kepada calon investor dalam West Java Investment Roadshow (WJIR) 2026 di Jakarta pada Kamis, (8/10/2026).
Namun, hingga kegiatan tersebut berlangsung, belum ada rincian mengenai nilai pendanaan yang telah mendapatkan komitmen investor maupun proyek yang dipastikan masuk tahap pembangunan.
Proyek yang ditawarkan mencakup pembangunan galangan kapal, pengolahan sampah, pengembangan rumah sakit, revitalisasi pasar, hingga penyediaan air minum.
Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat itu mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor melalui pertemuan bisnis secara langsung.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik menyebut sekitar 120 calon investor dari Australia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina menghadiri kegiatan tersebut.
Meski demikian, jumlah peserta belum menunjukkan berapa investor yang benar-benar akan mendanai proyek yang ditawarkan. Data mengenai nilai komitmen investasi, proyek yang diminati secara konkret, serta kesepakatan pembiayaan yang dihasilkan belum dirinci.
“Kami optimistis terhadap prospek investasi di Jawa Barat. Kehadiran investor dari berbagai negara pada WJIR 2026 menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki daya tarik dan peluang yang semakin luas untuk dikembangkan,” kata Dedi dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan daftar yang ditawarkan, pembangunan Galangan Kapal Pabean Udik di Kabupaten Indramayu menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar, yakni Rp450 miliar.
Proyek berikutnya adalah pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Jasinga di Kabupaten Bogor senilai Rp418 miliar.
Sementara itu, pengembangan Rumah Sakit Derwati di Kota Bandung ditawarkan dengan nilai Rp367,8 miliar.
Pemprov Jabar juga menawarkan pembangunan KIA Center di RS Umar Wirahadikusumah, Kabupaten Sumedang, senilai Rp165 miliar, serta pembangunan Pasar Pratama/Padakembang di Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp127,7 miliar.
Di sektor penyediaan air minum, terdapat proyek optimalisasi sistem ultrafiltrasi Zona Minum Prima di Kota Banjar dengan nilai Rp124,5 miliar. Adapun revitalisasi Pasar Kosambi di Kota Bandung ditawarkan senilai Rp100 miliar.
Tiga proyek pengolahan sampah masuk dalam daftar penawaran, yakni TPST Jasinga di Kabupaten Bogor senilai Rp418 miliar, TPST Pasirbuluh di Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp83,5 miliar, dan TPST Purbahayu di Kabupaten Pangandaran senilai Rp38,7 miliar.
Dua proyek lainnya adalah Green Park 6.0 RSUD Kota Bogor senilai Rp62 miliar dan penerangan jalan umum Kabupaten Purwakarta sebesar Rp13,3 miliar.
WJIR 2026 merupakan bagian dari rangkaian menuju West Java Investment Summit (WJIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Melalui forum tersebut, Pemprov Jabar berupaya mempertemukan pemilik proyek daerah dengan calon investor untuk menjajaki peluang pembiayaan.
Dedi mengatakan, tindak lanjut pertemuan bisnis akan dilakukan melalui komunikasi dan fasilitasi antara calon investor dengan pemilik proyek.
Dengan demikian, proses menuju realisasi investasi masih bergantung pada kesepakatan pendanaan dan kesiapan masing-masing proyek.
Selain belum adanya rincian komitmen pendanaan, terdapat perbedaan angka dalam materi yang disampaikan penyelenggara.
Nilai 11 proyek berdasarkan penjumlahan rincian masing-masing mencapai sekitar Rp2,0105 triliun, sedangkan total yang diumumkan sebesar Rp2,072 triliun.
Selisih sekitar Rp61,5 miliar tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada DPMPTSP Jawa Barat.
Karena itu, nilai proyek yang ditawarkan dalam WJIR 2026 belum dapat disamakan dengan investasi yang telah terealisasi.
Kepastian pendanaan dan pelaksanaan pembangunan baru dapat diketahui setelah terdapat tindak lanjut dan kesepakatan yang jelas antara investor dengan pemilik proyek.