Dinkes Cirebon Minta Sekolah Cek Makanan MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa


HAIJABAR.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon meminta setiap sekolah melakukan uji organoleptik terhadap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera setelah makanan tiba, sebelum dibagikan kepada siswa.
Langkah ini dilakukan untuk memeriksa kondisi makanan lebih awal dan mengurangi risiko masalah keamanan pangan.
Imbauan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi higiene sanitasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa, (27/10/2026).
Pemeriksaan diminta dilakukan oleh guru yang bertugas sebagai penanggung jawab atau person in charge (PIC) MBG di masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM, mengatakan pemeriksaan sejak makanan diterima penting untuk mengetahui kondisinya sebelum didistribusikan kepada para siswa.
“Kami juga mengimbau kepada Dinas Pendidikan untuk menggalakkan pada saat MBG itu baru tiba, segera dilakukan uji organoleptik,” kata Siti.
Siti Maria menjelaskan, uji organoleptik merupakan pemeriksaan makanan menggunakan pancaindra, antara lain melalui pengamatan terhadap tampilan, penciuman aroma, dan pencicipan apabila pemeriksaan awal menunjukkan makanan dalam kondisi aman.
Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan ketika makanan baru tiba di sekolah, bukan setelah seluruh porsi dibagikan ke kelas-kelas.
Setiap sekolah telah memiliki guru yang bertugas sebagai PIC MBG untuk memantau proses penerimaan makanan.
PIC tersebut diminta memeriksa sampel makanan dari wadah yang diterima sebelum makanan disalurkan kepada siswa.
“PIC MBG di masing-masing sekolah itu harus memonitor dulu, mengetes dulu satu ompreng. Dites, dicium, dilihat, kalau aman itu baru dirasakan, apakah kalau aman itu baru didistribusikan ke kelas-kelas,” kata Siti Maria.
Dinkes Kota Cirebon juga mengingatkan sekolah agar pemeriksaan makanan tetap berjalan apabila guru yang bertugas sebagai PIC MBG sedang berhalangan.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika guru menjalankan tugas lain, sedang berada di luar kantor, atau mengambil cuti.
Dalam situasi itu, guru yang bersangkutan diminta berkoordinasi dengan rekan kerja untuk mengambil alih tanggung jawab pemeriksaan makanan.
Dengan demikian, proses pemeriksaan tidak terlewat sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
Siti Maria menegaskan, pemeriksaan saat makanan tiba menjadi salah satu langkah pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di sekolah.
Melalui keterlibatan PIC MBG dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinkes Kota Cirebon berharap proses penerimaan serta distribusi makanan dapat berlangsung lebih terkontrol sehingga potensi masalah bisa diketahui lebih awal.