Tarif Biskita Trans Depok Mulai Berlaku 2027, Penumpang Umum Bayar Rp 6.000


HAIJABAR.ID – Layanan Biskita Trans Depok rute Terminal Depok-Stasiun LRT Harjamukti tidak lagi gratis mulai awal 2027. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memberlakukan tarif bagi penumpang seiring pengalihan anggaran subsidi gratis untuk mendukung pengoperasian koridor baru.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, tarif Biskita Trans Depok akan dibedakan berdasarkan kategori penumpang.
“Kalau hari ini masih gratis, awal tahun depan sudah berbayar karena alokasi gratisnya itu akan kita alihkan untuk (Biskita Trans Depok) koridor 2 jalur Bojong Sari-Terminal Depok,” ungkap Supian Suri di Balai Kota Depok, Senin (26/10/2026), dikutip dari situs berita resmi Pemkot Depok.
Supian menjelaskan, perbedaan tarif diterapkan berdasarkan kategori penumpang. Tarif untuk lansia dan pelajar lebih rendah Rp 2.000 dibandingkan tarif penumpang umum.
“Jadi ada beda Rp 2.000 dibanding dengan masyarakat umum, mahasiswa termasuk masyarakat umum bayar Rp 6.000,” kata Supian.
Berikut rincian tarif Biskita Trans Depok yang disampaikan Supian Suri:
Supian mengatakan, Pemkot Depok menanggung biaya operasional Biskita Trans Depok sebesar Rp19 miliar pada 2026.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan anggaran untuk mengembangkan koridor baru yang menghubungkan wilayah Bojongsari dengan Terminal Depok.
Menurutnya, mempertahankan layanan gratis pada kedua koridor akan menambah beban anggaran pemerintah daerah.
Karena itu, subsidi gratis pada koridor pertama akan dialihkan untuk mendukung operasional koridor kedua.
“Sementara di sisi yang lain kita sudah harus mempersiapkan untuk jalur tambahan, koridor 2 dari wilayah terminal Depok sampai ke Bojong Sari. Kalau dua-duanya berjalan, dua-duanya gratis, berat buat kita meng-cover ini. Makanya kita sudah harus mempersiapkan yang koridor 2, koridor 1 sudah harus berbayar,” tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berencana menambah koridor Biskita Trans Depok untuk memperluas jangkauan transportasi publik sekaligus membantu mengurai kemacetan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok Aan Syurahman mengatakan, layanan Biskita Trans Depok saat ini baru melayani satu koridor, yakni Terminal Margonda menuju Stasiun LRT Harjamukti.
Pemkot Depok juga telah mengusulkan penambahan koridor kedua dengan rute Sawangan–Terminal Depok.
Selain itu, pemerintah menyiapkan koridor ketiga yang menghubungkan Permata Depok di Citayam dengan Terminal Jatijajar.
Aan menjelaskan, penentuan rute tersebut didasarkan pada kajian dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan angkutan umum yang terintegrasi serta mampu menjangkau lebih banyak wilayah.
Dishub Kota Depok juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana pengembangan layanan tersebut.
Aan berharap pengelolaan Biskita Trans Depok dapat berjalan optimal setelah proses pengelolaannya rampung.